BP3IP Jakarta

MUTU PELAYANAN DI BP3IP JAKARTA DINILAI BAIK DALAM SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT 2017

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik utamanya melalui pelayanan masyarakat dibidang pendidikan kepelautan, Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta secara rutin melakukan survey kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan. Sebagaimana dijelaskan  dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2014, Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) merupakan pengukuran secara komprehensif kegiatan tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari penyelenggara pelayanan publik. Penyelenggara pelayanan publik wajib melakukan SKM secara berkala minimal 1 (satu) kali setahun. Disamping untuk memenuhi amanah tersebut, survey ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan, juga untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan melalui data survey dan feedback serta saran yang diterima.

Berdasarkan prinsip pelayanan sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri PAN RB Nomor: 16 tahun 2014, unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran indeks kepuasan masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Persyaratan: Syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan suatu jenis pelayanan, baik persyaratan teknis maupun administratif.
  2. Prosedur:Tata cara pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan, termasuk pengaduan.
  3. Waktu pelayanan :Jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis pelayanan.
  4. Biaya/Tarif: Ongkos yang dikenakan kepada penerima layanan dalam mengurus dan/atau memperoleh pelayanan dari penyelenggara.
  5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan: Hasil pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  6. Kompetensi Pelaksana: Kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan pengalaman.
  7. Perilaku Pelaksana:Sikap petugas dalam memberikan pelayanan.
  8. Maklumat Pelayanan:Pernyataan kesanggupan dan kewajiban penyelenggara untuk melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan.
  9. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan:Tata cara pelaksanaan penanganan pengaduan dan tindak lanjut.

Di tahun 2017 ini, untuk yang keempat kalinya BP3IP Jakarta Jakarta menyelenggarakan SKM. Penentuan responden SKM dilakukan secara sensus, yang artinya responden SKM tahun ini meliputi seluruh peserta diklat peningkatan yang pada masa pengambilan data (bulan Januari sampai Maret 2017) sedang menempuh pendidikan di BP3IP Jakarta. Responden meliputi peserta Diklat Pelaut (DP) I sampai denngan DP V Nautika dan Teknika Periode I tahun 2017 serta peserta DP II sampai dengan DP IV Nautika dan Teknika Periode II Tahun 2016, yaitu sejumlah 1663 responden.  Dari sejumlah responden tersebut diperoleh data diri meliputi jenis kelamin, umur, ijasah pelaut terakhir, jabatan di atas kapal serta pendidikan akademik terakhir.

Metode yang berbeda diterapkan dalam teknik survey yang dilakukan tahun 2017 ini yaitu pelaksanaan survey dilakukan dengan menggunakan media elektronik. Di samping mendukung program penghematan kertas (paperless), teknik ini juga memudahkan responden mengisi form yang telah disebarkan melalui link secara online. Dengan teknik ini pula, panitia pengumpulan data SKM dipermudah dalam mengumpulkan data survey karena hasilnya dapat langsung diambil secara online pula, tanpa harus input data secara manual.

Instrument SKM tahun 2017 berisi data responden dan pendapat responden tentang pelayanan publik BP3IP Jakarta. Disamping itu, responden diberikan kebebasan untuk memberikan masukan dan saran terhadap pelayanan yang diberikan BP3IP Jakarta pada kolom terakhir istrumen SKM. Link yang digunakan sebagai instrumen survey yaitu https://goo.gl/forms/ZRULwAKAap8ieNCy1.

Data SKM yang diperoleh dianalisis untuk mendapatkan nilai SKM sebagai pengukuran tingkat pelayanan yang diberikan. Nilai SKM dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata tertimbang” masing-masing unsur pelayanan.

Nilai SKM yang diperoleh selanjutnya mencerminkan tingkat kepuasan responden terhadap hasil pelayanan publik sekaligus memberikan nilai terhadap kinerja unit pelayanan.  Satuan pengukurannya sebagai berikut:

Di tahun 2017 ini, BP3IP memperoleh hasil SKM sebesar 3.13 dengan kinerja unit pelayanan Baik. Adanya peningkatan nilai SKM sebesar 0,08 dari 3,05 pada tahun 2016 menjadi 3,13 di tahun 2017 selaras dengan adanya peningkatan pelayanan BP3IP Jakarta, diantaranya pemasangan layar monitor pada tiap gedung untuk update informasi, penyediaan ruang prioritas untuk pendaftar Tingkat I dan II, penyediaan fasilitas fitness, serta penyediaan air minum dingin gratis  untuk para calon peserta atau peserta di bagian pendaftaran dan di tempat pemeriksaan kesehatan

Berikut benchmark hasil SKM BP3IP Jakarta tahun 2016 dan 2017:

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada beberapa unsur SKM yang mengalami kenaikan nilai diantaranya persyaratan administrasi/teknis, prosedur pelayanan, ketepatan waktu pelayanan, dan maklumat pelayanan, meskipun ada pula unsur SKM yaitu kesesuaian biaya yang mengalami penurunan nilai. Dari analisis hasil SKM yang dilakukan melalui workshop Review dan Analisis SKM BP3IP Jakarta tanggal 30-31 Maret 2017 yang diikuti oleh pegawai BP3IP Jakarta, penurunan nilai tersebut dapat disebabkan karena beberapa faktor diantaranya adanya penyesuaian tarif diklat yang diberlakukan. Dengan menghadirkan seorang narasumber dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam workshop tersebut dipaparkan hasil analisis data SKM yang telah dilakukan serta saran dan masukan yang diberikan oleh para responden dan dibuatkan rencana tindak lanjut dari saran yang diberikan.

Saran masukan yang diberikan para responden sangat penting dalam peningkatan pelayanan yang diberikan BP3IP Jakarta. Beberapa saran yang diberikan diantaranya adanya penambahan media pembelajaran berupa projector yang dipasang permanen di setiap kelas, penambahan koleksi buku di perpustakaan, fasilitas kantin dan lain sebagainya. Saran tersebut akan menjadi dasar perubahan BP3IP Jakarta kearah yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(BP3IP 2017)